anda pengunjung ke

Wednesday, July 27, 2022

JEPANG DI INDONESIA

 Masuknya Jepang di Indonesia

A.    Perang Pasifik Perang pasifik atau Perang Dunia II adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945, termasuk semua kekuatan besar, yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan yaitu Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer.1 Sejak tahun 1939, Adolf Hitler, Der Fiihrer Jerman, telah merencanakan penyerangan terhadap Polandia. Meskipun demikian , Polandia telah mendapat jaminan dari Inggris dan Perancis, yang akan membantunya jika diserang oleh Jerman. Tanggal 1 September pukul 00.40, Hitler mengeluarkan perintah untuk memulai penyerangan terhadap Polandia, yang kemudian dilancarkan tepat pukul 04.45. tanggal 3 September 1939,pukul 11.00 Inggris menyatakan perang terhadap Jerman, dan diikuti oleh Perancis pada pukul 17.00. Perang Dunia II pun dimulai.2 Penyerangan Nazi terhadap Polandia merupakan awal pecahnya Perang Dunia II. Menurut Perjanjian Versailles, wilayah Rusia Timur dipisahkan dari Jerman dengan dibentuknya negara Polandia, yang merupakan jalan keluar Jerman menuju laut.3 Meletusnya Perang Dunia II pada dasarnya berkaitan erat dengan Perang Dunia I, yakni merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I. Perang Dunia I telah mengakibatkan dampak besar bagi dunia, yaitu seperti kehancuran dan kerugian yang sangat besar, krisis perekonomian dunia, serta kematian jutaan jiwa. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mengakhiri Perang Dunia ke I adalah dengan melakukan genjatan senjata dan merancang suatu perjanjian (Perjanjian Versailles). untuk mengakhiri Perang Dunia I.

Perjanjian Versailles itu berisi tentang tuntutan sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Jepang) kepada Jerman untuk:

1.     Menyerahkan daerah kekuasaannya kepada Inggris, Perancis dan Jepang. Menanggung ganti rugi perang

 2. Memperkecil angkatan militer atau perangnya.

 3. Menyerahkan kapal-kapal dagang kepada Inggris, dan

4. Memberikan wilayah Jerman bagian barat sungai Rhein sebagai jaminan (Selama 15 tahun).

Akan tetapi, Jerman mengingkari semua kesepakatan dalam perjanjian Versailles tersebut sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya Perang Dunia ke II pada tahun 1939.Selain salah satu penyebab Perang Dunia ke II diatas, terjadinya Perang Dunia II yang melibatkan beberapa negara besar dilatar belakangi oleh beberapa sebab, yakni sebab umum dan sebab khusus.

A.    Sebab Umum

      Adanya unjuk kekuatan senjata yang diciptakan oleh beberapa negara dan perlombaan senjata antar negara-negara Eropa, seperti Inggris menciptakan Royal Air Force (Armada Udara) dan Jerman membuat kapal tempur Bismarck dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan).

1. Adanya politik balas dendam (Revanche Idea) yang dilakukan oleh negara Jerman. 2. Adanya politik mencari sekutu dengan munculnya blok Sekutu dan blok Fasis.

3. Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

 · Adanya politik ekspansi beberapa negara fasis (militer) seperti: · Jerman, dengan semboyan Jerman Raya (Lebensraum).

 · Italia, dengan semboyan Italia Raya (Italia Iradenta) atau (Italia la Prima)

. · Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u.

 

B. Sebab Khusus

1. Penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 11 September 1939.

2. Terjadi penyerbuan yang dilakukan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada hari Minggu tanggal 7 Desember 1941.5 Di Asia, Jepang, yang memilih bergabung dengan kekuatan Axis, juga melakukan serangan kilat dengan menyerbu daratan Cina. Lalu bak gelombang raksasa, Jepang menyapu seluruh Asia Tenggara, sampai Indonesia.

           Kehadiran Jepang dalam kancah perang dunia, yang dengan penuh keberanian menyatakan perang melawan raksasa imperialisme Amerika dan sekutunya. Seusai Perang Dunia I, di mana Jepang terlibat, negeri ini dengan politik fasisme yang mulai dijalankanya memperlihatkan keunggulan dengan diperoleh mandat atas pulau-pulau yang semula menjadi milik Jerman di Samudera Pasifik.8 Selama Perang Dunia II, Jepang terlibat perang di Pasifik yang sering disebut sebagai Perang Asia Timur Raya.

          Latar belakang Jepang melibatkan diri dalam perang dunia ke-2 adalah karena paham yang mereka anut, yiatu FASISME. Selain fasisme, Jepang memiliki motivasi lain dalam melakukan invasi. Salah satunya adalah konsep Hakko Ichiu. Konsep ini pertama kali diungkapkan oleh Jimmu Tenno, salah satu Kaisar Jepang pada 600 SM. Hakko Ichiu sendiri memiliki arti “8 penjuru di bawah 1”. Orang Jepang pada masa itu berasumsi bahwa seluruh dunia merupakan keluarga besar dan Jepang sebagai keturunan Dewa menjadi pemimpin seluruh dunia. Asumsi bahwa kaisar sebagai perwujudan dunia nyata berasal dari shintoisme. Ajaran ini sudah mendarah daging dalam akar budaya Jepang. Bahkan pada era Meiji, Shinto menjadi agama nasional. Oleh karena itu, ketika Jepang melakukan invasi para tentara dengan semangat tinggi rela melakukan apapun demi Kaisar yang dianggap dewa. Menggunakan hakko ichiu sebagai pemacu semangat benar-benar efektif bagi Jepang pada masa itu

       . Betapa kuatnya militer Jepang di negaranya, terlihat dengan diangkatnya Jenderal ToJo sebaga Perdana Menteri Jepang (Oktober 1941) dan tak sampai 2 bulan kemudian sejak berkuasa, Jenderal Toyo menggemparkan dunia dengan menyerang Pearl Harbour (8 Desember 1941), Singapura dan kedudukan-kedudukan AS serta Inggris lainya di Asia dan Pasifik, yang kemudian menyulut terjadinya Perang Asia Timur Raya, atauPerang Dunia II.

         Perang dunia ke dua terjadi tahun 1939-1945. Terjadinya Perang Dunia II secara tidak langsung berpengaruh terhadap kehidupan politik dan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1942 Jepang berhasil mengalahkan Belanda, maka posisi Belanda Indonesia diambil alih oleh Jepang. Artinya Indonesia mulai dijajah oleh Jepang. Masa pendudukan Jepang berjalan sekitar 3,5 tahun. Berbagai kebijakan Jepang di Indonesia diarahkan untuk memperkuat kekuatan militer. Selain itu untuk ikut mendukung kemenangannya dalam menghadapi Sekutu.

         Suasana Perang sebetulnya sudah lama terbentuk, khususnya di kalangan negaranegara Eropa. Semenjak Hitler berhasil mencaplok Australia ke dalam wilayah Jerman pada tahun 1938, suasana perang terus berkembang di Eropa dan sekaligus menjadi ancaman bagi Amerika, dan Benua Asia yang lebih menjadi sasaran tembak. Watak agresor dari negeri-negeri Fasis.

          Pada 1 September 1939, Hitler menyerbu Polandia dan berkobarlah Perang Dunia II di Eropa. Di Indonesia, GAPI menekan Belanda untuk memberikan otonomi supaya bisa bekerja sama dengan Belanda untuk Melawan Fasisme, namun usulan GAPI tidak ditanggapi. Pada tahun 1940, pemerintah Belanda menegaskan untuk tidak memberikan otonomi sedikit pun untuk Indonesia dan kekuasaan akan tetap pada tanggung jawab Belanda. Pada tanggal 10 Mei 1940, Hitler menyerbu negeri Belanda. Meskipun diserbu pasukan Jerman, tapi Belanda tidak mau mengubah status Indonesia dari negara jajahanya. Pada tanggal 14 Mei 1940, pemerintah dan ratu Belanda meninggalkan negerinya untuk mengungsi ke London.

          Ketika itu Jerman memberlakukan undang-undang darurat perang, dan segala aktifitas politik dilarang. Pemimpin-pemimpin Indonesia dalam Volksrad masih berharap Belanda memberikan kesempatan. Tetapi jawaban dari Gubernur Jendral Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bahwa akan dilakukan beberapa perubahan setelah perang berakhir.

         Pada bulan September 1940, tiga pihak yaitu Jerman, Jepang, dan Italia mengesahkan persekutuan mereka. Prancis dikalahkan oleh Jerman pada bulan Juni 1940. Pada September 1940, pemerintah Prancis yang di Vichy yang bekerja sama dengan Jerman yang memperbolehkan Jepang membangun pangkalan-pangkalan militer di Indo-Cina jajahan Prancis. Pada saat itu, pemimpin-pemimpin Jepang mulai membicarakan secara terang-terangan untuk kebebasan Indonesia. Pihak Jepang meminta ijin ke Belanda untuk diperbolehkan memasuki Indonesia, namun Belanda menolak. Sampai pada tahun 1941, ekspor Indonesia ke Jepang diberhentikan dan Belanda membekukan aset Jepang di Indonesia. Mengetahui hal itu Jepang memperkuat pangkalan militernya di daerah IndoCina.

           Pada tanggal 8 Desember 1940, pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour,pusat pertahanan Amerika Serikat di Pasifik. Selama enam bulan sejak jatuhnya Pearl Harbour, Jepang terus melakukan Gerakan ofensif. Hingga ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

           Lima jam setelah penyerangan Pearl Harbour, Gubernur Jendral Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Ketika itu pemerintah Hindia Belanda mempertahankan diri terhadap serangan Jepang dari bulan Desember sampai awal tahun 1942. Belanda meminta bantuan kepada raja Yogyakarta dan Surakarta. Kerja sama antara kedua kerajaan dengan pemerintah Hindia Belanda memanglah erat, namun serangan Jepang yang begitu besar tidak dapat lagi dibendung.

        Pada bulan Januari 1942 terjadi pertempuran seru di laut Jawa yangmembawa keunggulan bagi armada Jepang. Ambon dan seluruh daerah Maluku, meskipun di daerah tersebut masih dipertahankan oleh 2.400 pasukan militer Belanda dan 1.000 pasukan Australia tetapi kekuatan dan kecerdikan Jepang dalam bertempur tak bisalagi dibendung. Pada waktu yang bersamaan Manado dan Kendari berhasil dilumpuhkan juga.

          Pada bulan yang sama, daerah-daerah kekuasaan Belanda di Kalimantan jatuh ke tangan Jepang. Dimulai dari Tarakan pada tanggal 11-12 Januari, kemudian disusul pada tangal 24 Januari yaitu Balikpapan yang merupakan sumber minyak. Kemudian disusul oleh Pontianak pada tanggal 29 Januari., Samarinda juga direbut Jepang pada 3 Februari, dan terakhir Banjarmasin takluk pada 10 Februari 1942. Pada 5 Februari ekspansi Jepang terus ditingkatkan dengan jatuhnya lapangan terbang Samarinda II, yang waktu itumasih dikuasai oleh tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan dikuasainya pusat kekuatan Hindia Belanda di lapangan terbang tersebut, maka dengan mudah pada tanggal 10 Februari Banjarmasin secara keseluruhan dikuasai.19 Palembang menempati posisi yang istimewa dalam setrategi politik militer Jepang di Sumatra.20Jepang mendarat di Sumatra untuk pertama kalinya di Palembang pada tanggal 14 Februari 1942.21

           Dua hari kemudian pada tanggal 16 Februari 1942 palembang dan sekitarnya berhasil dikuasai oleh Jepang.22 Pada waktu itu Jawa hanya dipertahankan oleh 25.000 tentara KNIL, 15.000 tentara Sekutu, 5.500 personil administrasi dan 6.000 angkatan udara kerajaan Inggris, dan masih dibantu 3.000 tentara Australia dan 500 tentara Amerika Serikat. Namun pada akhirnya, kekuatan Sekutu berhasil dibekukan oleh Jepang.23 Keberhasilan pihak Jepang menduduki Indonesia sebenarnya juga tidak lepas dari bantuan kaum pribumi itu sendiri. Dibeberapa daerah, banyak rakyat Indonesia yang ikut menyerang serdadu-serdadu dan sipil Belanda. Maka salah satu upaya untuk menyelamatkan orang-orang Belanda dan Sekutu lainnya adalah dengan menyerah kepada Jepang, supaya tidak terjadi banyak korban.24 Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan tentara Jepang bergerak masuk ke Asia Tenggara, bersamaan dengan penyerangan terhadap Pearl Harbour. Berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia. Pihak penguasa hanya meninggalkan sedikit sahabat di kalangan rakyat Indonesia. Bahkan kalangan elit yang telah mengharapkan berlangsungnya evolusi melalui kerja sama kini benar-benar menyangsikan kemauan baik pihak Belanda.

            Perang Pasifik memberi kesempatan bagi Jepang untuk menguasai seluruh Asia, dengan terlibatnya Jepang di Perang Pasifik, kesempatan untuk menguasai Asia, terutama Indonesia sangat besar. Dengan kemenangan Jepang di berbagai medan pertempuran, memudahkanya untuk masuk Indonesia dan menguasai seluruh Indonesia. Dengan demikian Perang Pasifik merupakan jalur masuknya Jepang menuju Indonesia.